Apa Perbedaan Antara Kuarsa Buatan dan Marmer Buatan
Sep 18, 2024
Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan teknik, batu buatan memiliki lebih banyak desain, warna, urat dan ukuran untuk memenuhi beragam selera dan kebutuhan pasar. Diantaranya, ada dua jenis batu buatan yang populer, yaitu kuarsa buatan (batu buatan berbahan dasar kuarsa) dan marmer buatan.
Batu kuarsa tiruan disebut juga batu buatan berbahan dasar kuarsa, merupakan batu buatan yang dibentuk dari campuran 93% agregat serbuk batu kuarsa alam, dapat juga ditambahkan serbuk kaca, 7% bahan pengikat komponen polimer, bahan tambahan dan pewarna.
Marmer Buatan, juga dikenal sebagai marmer, terdiri dari 90% agregat batu kapur alami, pasir pecah, bubuk kaca dan 7% pengikat, biasanya lem resin, pewarna dan bahan tambahan lainnya.
Bagaimana membedakan 2 jenis batu buatan yang populer?
Keandalan
Kuarsa lebih tahan lama dibandingkan 2 jenis lainnya, sehingga ditemukan bahwa menggunakan granit atau bahan yang keras untuk mengetuk tepi batu, Permukaan Padat dan Marmer buatan dapat pecah tetapi Kuarsa tidak.
Kekakuan
Gunakan pisau tajam atau ujung granit untuk menjiplak permukaan sampel batu, permukaan marmer buatan dan Permukaan Padat mudah tergores sedangkan batu buatan berbahan dasar Kuarsa memiliki permukaan yang keras sehingga biasanya tidak akan terpengaruh.
Penyerapan air
Menuangkan air ke permukaan batu, marmer buatan menyerap air jauh lebih cepat dibandingkan dua jenis lainnya.
Kecerahan
Marmer buatan dan Permukaan padat memiliki permukaan mengkilap yang halus, hampir tidak berbutir, lebih matte daripada batu Kuarsa. Selama permukaan sampel batuan dimiringkan dan diberi cahaya latar, maka akan terlihat sangat jelas.
Singkatnya, batu Kuarsa memiliki banyak keistimewaan seperti: sulit pecah, tahan gores, tahan panas baik, mudah dibersihkan, mudah dirawat, permukaan batu bermutu tinggi juga antibakteri, aman bagi kesehatan.
Marmer mudah tergores dan terkelupas, sehingga memerlukan teknik konstruksi yang tinggi, perlu perhatian pemeliharaan agar keindahan aslinya tetap terjaga, terpengaruh oleh makanan yang bersifat asam kuat.







